![]() |
| Add caption |
Murai Batu Blorok
Terlepas dari perbedaan pandangan dari para penghobi tersebut, sebenarnya apa sih yang menyebabkan Murai Batu tersebut bisa berjenis blorok pada bulunya? Dan adakah perbedaan kemampuan Murai Batu blorok dengan Murai batu normal pada umumnya? Hal itulah yang akan coba dibahas pada artikel kali ini.
Seperti yang tertulis pada artikel omkicau.com mengenai misteri murai batu blorok, disebutkan ada 4 faktor penyebab Murai Batu bisa menjadi Murai Batu blorok yaitu : malnutrisi, depigmentasi, mutasi dan crossing (perkawinan silang). Berikut masing-masing penjelasannya :
Malnutrisi
Malnutrisi adalah suatu keadaan di mana tubuh kekurangan asupan gizi. Gizi yang dimaksud meliputi semuanya yang diperlukan tubuh baik itu vitamin, mineral, protein dan lain-lain. Pada Murai Batu, khususnya Murai Batu anakan hal ini akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya nanti menjadi tidak sempurna ketika di masa dewasa. Apalagi malnutrisi terjadi saat Murai Batu mengalami masa mabung.
Mengenai masalah blorok ini, kemungkinan besar Murai Batu tersebut sedang kekurangan zat mineral yang dibutuhkan untuk pigmentasi, sehingga warna bulunya tidak mengalami perubahan yang sempurna dan pada akhirnya muncul bintik-bintik bulu berwarna putih pada tubuhnya. Tapi jika hal ini penyebabnya, ada peluang Murai Batu tersebut dapat kembali menjadi normal (tidak blorok) ketika asupan gizi yang diterimanya mencukupi di masa depan.








